×

Penyebab Anak Sering Melawan Orang Tuanya

Bagikan Artikel :

Penyebab Anak Sering Melawan Orang Tuanya

Sedih dan kecewa pastinya jika melihat anak sering meralawan bunda. Padahal sebelum-sebelumnya tidak. Memang sikap anak sering berubah-ubah. Yang ketika di bawah 5 tahun penurut bisa menjadi suka melawan orang tuanya.

Related Posts :

    Ketika menginjak usia balita, seorang anak biasanya akan semakin sulit diatur. Hal ini terjadi karena mereka sudah mulai memiliki pendapat dan pandangan sendiri yang diyakini benar. Namun ada juga faktor eksternal yang menyebabkan Si Kecil bersikap angkuh dan melawan orang tuanya antara lain:

    1. Komunikasi yang Kurang Tepat
      Coba deh, Bunda perhatikan lagi bagaimana cara Bunda berkomunikasi dengan Si Kecil. Apakah Bunda memilih kata-kata yang sopan? Apakah Bunda menggunakan intonasi yang benar? Nah, kadang tanpa disadari orang tua sering kali berbicara dengan nada tinggi, berkomunikasi sambil mengerjakan hal lain, bahkan menyalahkan anak. Akhirnya, setiap kali Bunda berbicara dengan Si Kecil, hal tersebut justru akan berakhir dengan perlawanan Si Kecil dan luapan emosi dari Bunda sendiri.
    2. Anak Terlalu Dimanja
      Apakah Bunda selalu memanjakan Si Kecil, memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya? Tak ada salahnya kok Bunda. Namun, jika hal ini dilakukan terlalu berlebihan, Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang rapuh. Sehingga apabila suatu saat ia tidak mendapatkan sesuatu sesuai keinginannya, maka ia akan melakukan perlawanan.
    3. Orang Tua Selalu Mengkritik
      Mengkritik atau memberi saran itu baik kok, asalkan disampaikan secara bijak, tanpa berfokus hanya pada kesalahan Si Kecil. Nah, jika orang tua hanya menyampaikan kritik atau suruhan saja, tak heran jika anak selalu merasa disalahkan dan akhirnya ia akan melawan untuk membantah kritikan orang tuanya.
    4. Orang Tua Otoriter
      Sering kali penyebab anak melawan orang tuanya adalah karena sikap orang tua yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan mereka tanpa mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anak. Orang tua otoriter biasanya merasa serba tahu dan berpikir bahwa cara tegas dan keras adalah cara terbaik untuk mendidik anak. Padahal, jika anak terus-menerus merasa ditekan dan ia tak mampu mematuhinya, lambat laun ia akan mulai berontak dan melawan.
    5. Anak Kurang Bimbingan Orang Tua
      Terkadang, kesibukan orang tua membuat mereka lupa membimbing dan memperhatikan buah hatinya. Memang Bunda pasti bekerja keras juga untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil, tapi jangan lupa jika Si Kecil juga membutuhkan bimbingan, perhatian, dan didikan mengenai sopan santun dan sikap baik lainnya dari kedua orang tuanya.
    6. Hubungan orang tua Kurang Harmonis
      Nah, jika di dalam rumah tangga Bunda sering bertengkar, hal ini bisa sangat berdampak pada emosional Si Kecil, lho. Hubungan suami istri yang tak harmonis juga akan memengaruhi pemberian kasih sayang dan perhatian pada anak. Pada akhirnya, Si Kecil bisa ikut berkonflik dengan kedua orang tuanya.
    7. Pengaruh Lingkungan
      Coba perhatikan lingkungan sekitar di mana Si Kecil biasa beraktivitas sehari-hari, baik lingkungan rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat ia biasa bermain. Ya Bunda, lingkungan memang sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya. Ketika Si Kecil biasa berinteraksi dengan teman yang biasa melawan orang tua, maka bisa jadi ia akan ikut meniru dan melawan orang tuanya.
    8. Tontonan
      Apa sih, film, video maupun games yang biasa Si Kecil mainkan atau tonton di gadget? Sesering apa Anda menemani Si Kecil menonton dan sejauh mana Anda tahu tontonan favoritnya? Kadang, orang tua lalai dengan hal tersebut dan tak sadar bahwa di balik tontonan atau permainan favoritnya, ada tokoh-tokoh yang “mengajarkan” bagaimana bersikap kasar dan hal buruk lainnya.
    9. Mencontoh Orang Tua
      Anak adalah peniru ulung dan orang tua adalah role models bagi mereka. Anak cenderung mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya, termasuk apabila orang tua mereka memiliki sifat keras kepala atau anak melihat kedua orang tuanya bertengkar. Apalagi, jika anak melihat orang tua mereka tidak patuh kepada kakek neneknya, hal ini sewaktu-waktu juga bisa ditiru Si Kecil lho.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 15, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid Tidak Teratur

  • Oleh : Dinda vika
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

    telat menstruasi

  • Oleh : Dinda Dinda
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Apakah telat menstruasi 1bulan dapat menimbulkan hamil?

  • Oleh : Dinda Dinda
  • Ibu hamil

  • Oleh : henrylizotte
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    Bagaimana mengatasi stres saat hamil

    Kehamilan

  • Oleh : firda sari
  • 6 bulan, 1 minggu yang lalu

    kenapa tespek fositip tapi nggak hamil?

  • Oleh : firda sari
  • Botol asi

  • Oleh : Santana jaya
  • 5 tahun yang lalu

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Tanya Bidan