×

Ketika Pasangan Anda Sibuk Main Handphone

Bagikan Artikel :

Ketika Pasangan Sibuk Main Handphone

Bête gak sih kalau liat pasangan asik terus main handphoe. Sampai-sampai lupa waktu dan malah ngacangin kita. Kalau sekedar mengecek pesan beberapa kali, penggunaan gadget masih dapat diterima. Tapi kalau tidak berhenti melepas handphone ini yang jadi masalah besar.

Handphoe adalah bagian dari gaya hidup yang tidak bisa kita hindari sekarang ini. Tetapi jika pasangan terlalu sering terpaku gadget untuk game, browsing berita ringan, atau media sosial sampai lupa makan atau sulit diajak bicara, sudah waktunya kita campur tangan.

Cara Menghadapi Pasangan Yang Sibuk Manin Handphoen

  1. Bicarakan
    Rencanakanlah suatu saat yang santai untuk membicarakan dengannya agar dia mengurangi frekuensi memegang ponsel. Jika pasangan masih saja belum bisa mengurangi frekuensi memegang gadget, duduklah di dekatnya lalu kirim pesan teks kepadanya:
    “Sayang, kamu kok main HP terus? Ada yang cantik banget di dekat kamu ini loh” 😉
    Atau
    “Sayang, boleh aku tatap mata indah kamu sebentar?”
    Setelah itu, berikan senyum kamu yang paling mempesona kepadanya. Dengan anggun, ambil gadget dari tangannya dan berikan segelas minuman segar atau sebatang coklat.
  2. Rencanakan Satu Hari Tanpa Gadget
    Sepakatilah satu hari khusus, misalnya pada saat weekend di tengah bulan ketika pekerjaan sedang tidak banyak deadline. Tidak selalu harus 24 jam penuh, tapi setidaknya bisa dari jam 9 pagi-3 petang. Kamu sendiri sebagai pemilik ide juga tidak boleh memakai alat-alat elektronik pada saat itu. Lakukan aktivitas yang tidak melibatkan alat elektronik, seperti berenang bersama, menggambar bersama, atau sekedar membaca buku berdua sambil piknik ke alam terbuka. Minta dia membuat voicemail atau email autoreply yang menjelaskan bahwa dia sedang ada acara lain sehingga sementara tidak dapat dihubungi. Kamu dan pasangan bisa memiliki quality time berdua pada saat itu.
  3. Letakkan Semua Gadget di Meja
    Jika sedang berkencan untuk makan bersama, usahakan untuk meletakkan semua alat elektronik yang dimiliki masing-masing di tengah meja dalam keadaan terbalik dan diam. Kamu bahkan dapat membuat permainan. Tidak ada yang boleh memegang ponsel atau alat elektronik apapun pada saat makan. Siapa yang duluan tergoda mengecek gadget, dia yang harus mentraktir.
  4. Carikan “Mainan” Pengganti
    Zaman sekarang, saking seringnya memegang gadget, orang jadi bingung ketika tangannya tidak memegang gadget lagi. Berikan dia sesuatu untuk dia pegang, terutama sesuatu yang mengajaknya kembali ke indahnya kehidupan offline seperti kamera (kamera yang tidak memiliki sambungan internet tentunya), komik, majalah, mainan rubik, puzzle, atau hobi baru apapun untuknya. Kamu juga sebaiknya memiliki mainan yang bisa dimainkan berdua seperti catur atau kartu. Seperti masa kecil kamu dulu, bermainlah bersama pasangan kamu. Rasakan serunya tertawa-tawa ketika kamu dan pasangan perang bantal atau mencorat-coret wajah pasangan yang kalah permainan dengan bedak tabur.
  5. Buat Dia Lebih Bahagia
    Disadari atau tidak, penggunaan alat elektronik yang berlebihan oleh seseorang sebenarnya dapat menjadi salah satu gejala stres. Cobalah cek apakah tekanan pekerjaan dan lingkungan pada dirinya terlalu berat akhir-akhir ini. Atau, hubungan kamu dengannya perlu banyak perbaikan kualitas? Mungkin diri kamu sendiri perlu sesekali introspeksi, apakah kadang ada salah kata atau perbuatan yang membuat pasangan menjadi kurang suka memusatkan perhatian dan lebih suka “lari” kepada gadget ketika sedang di sisi kamu. Jika iya, hal ini bukanlah kiamat. Keadaan masih dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan kualitas komunikasi. Buatlah dia selalu nyaman dan bahagia saat di sisi kamu, sehingga dia tidak perlu main gadget lagi setiap waktu.

Apa Efek Kecanduan HP Bagi Hubungan Asmara?

Terlalu eratnya hubungan manusia dengan perangkat teknologi berkaitan dengan konflik yang lebih serius, dan kepuasan hubungan dengan pasangan menjadi lebih rendah. Bahkan lebih jauh lagi, hubungan manusia dengan perangkat teknologi bisa mengganggu kesehatan psikologis.

Related Posts :

    Kepuasan hubungan yang rendah akan berdampak selanjutnya pada tingkat kepuasan hidup yang rendah. Jangan salah, pada akhirnya tingkat kepuasan hidup yang rendah akan meningkatkan tingkat depresi yang lebih parah.

    Dari kedua penelitian itu, bisa disimpulkan bahwa terlalu fokus main HP saat Anda bersama pasangan bisa mengurangi kualitas hubungan Anda. Padahal, momen bersama pasangan seharusnya menjadi momen yang menyenangkan dan memuaskan hati.
    Mengapa Penggunaan HP Terlalu Sering Bisa Merusak Hubungan Asmara Anda?
    Coba Anda bayangkan saat Anda sedang bersama pasangan. Pasangan Anda lalu lebih memilih fokus di depan layar HP-nya dibandingkan mendengarkan Anda. Secara psikologis, kondisi ini menggambarkan sebuah penolakan.

    Sekecil apapun bentuk penolakan yang diterima oleh manusia, respon pada otak akan sama bentuknya saat seseorang sedang mengalami kesakitan secara fisik.
    Bentuk penolakan bisa menurunkan mood, membuat orang merasa tidak dihargai, menimbulkan rasa kemarahan maupun kebencian. Jika ini terjadi terus menerus, tidak heran jika kualitas hubungan Anda dengan pasangan akan semakin menurun.

    Ubah Kebiasaan-Kebiasaan Tidak Baik Ini!

    • Selalu berusaha meletakkan HP di tempat yang mudah dilihat dengan jelas saat sedang bersama pasangan, misalnya di meja makan.
    • Selalu memegang HP di genggaman tangan saat bersama pasangan.
    • Selalu melirik ke layar HP saat berbicara dengan pasangan.
    • Jika sedang ada jeda dalam percakapan, biasanya langsung memeriksa HP sesegera mungkin.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 18, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Frekuensi BAB Pada Bayi

  • Oleh : juwita
  • 3 tahun, 1 bulan yang lalu

    Siang Bu Bidan, saya mau tanya, pada bayi usia 7 bulan berapa kali frekuensi BAB yang normal ?

    Kehamilan Setelah KB

  • Oleh : Nelly Tampubolon
  • 3 tahun yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan …

    Nama saya Disti Hanifa, saya sudah menikah sekitar 4 bulan ini dan kemarin saya mengaja menggunakan KB jenis suntik 1 bulan sekali untuk menunda kehamilan dan sudah 2 kali ini saya menggunakan KB suntik bu. Sekarang saya mau program hamil dan saya mau bertanya, untuk kembali mendapatkan kesuburan setelah KB berapa bulan bu ? Terus makanan apa aja yang harus saja hindari supaya program hamil saya lancar.

    Terima kasih.

    Ejakulasi

  • Oleh : Surya Putra gani
  • 8 bulan, 1 minggu yang lalu

    Malam bu bidan, ijin bertanya, apakah tetap bisa terjadi kehamilan, jika setelah pria ejakulasi, tetap digerakkan M.P nya/tetap terus di maju mundurkan?
    Terimakasih,

  • Oleh : Surya Putra gani
  • Mengenai menstruasi

  • Oleh : Marina Marina
  • 5 bulan, 3 minggu yang lalu

    Selamat siang bu ..
    Saya mau tanya ..
    Tanggal 28-29 itu harusnya saya haid tapi ini belum juga haid kenapa ya ? Tapi ciri2 mau haid sudah ada .. jerawat timbul ada,payudara sakit ada,dan perut juga terasa tidak enak ..
    Kenapa ya bu? Apa saya telat saja? Atau ada masalah lain? Dan cara agar cepat haid gimana?

  • Oleh : Marina Marina
  • Alasan kenapa ibu bisa meninggal saat melahirkan

  • Oleh : Ai Ni
  • 4 tahun, 11 bulan yang lalu

    Sore bu, saya mau nanya nih.
    Saat ini saya mengandung usia kehamilan 8 bulan, menjelang melahirkan saya menjadi banyak ketakutan sekali. Takut terjadi apa-apa saat persalinan yang nantinya bisa meibuhayakan saya maupun bayi saya. Apalagi setelah saya meibuca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa angka kematian ibu saat melahirkan lumayan tinggi. Nah yang mau saya tanyakan ialah, sebenarnya apa sih penyebabnya kematian ibu melahirkan tersebut? Mohon infonya ya. Terimakasih

  • Oleh : Ai Ni
  • Tanya Bidan