×

Tips Untuk Orang Tua Agar Anak Suka Makan Sayur

Bagikan Artikel :

Curhat Bidan – Untuk saat ini memang tidak sedikit anak-anak yang tidak menyukai sayur. Banyak bentuk penolakan yang mereka lakukan, seperti bersikeras tak mau makan, atau ada yang mau makan, hanya dengan mengunyahnya perlahan-lahan.

Bahkan banyak juga orang tua yang kewalahan dalam mengatasi hal tersebut. Padahal sayuran mempunyai banyak manfaat yang penting untuk tumbuh kembang mereka. Lalu bagaimana cara membuat anak mau makan sayur? Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan Tips Jitu Agar Anak Suka Makan Sayur.

Related Posts :

    Mengajak anak berbelanja
    Jelajahi setiap lorong sayuran yang ada di supermarket agar anak bisa melihat beragam buah dan sayur. Pada setiap kunjungan, biarkan anak memilih jenis sayuran baru yang akan disantapnya. Anak-anak akan senang melihat sayuran pilihan mereka menjadi bagian dari menu makan.

    Mengajaknya memasak
    Libatkan juga anak dalam kegiatan masak memasak bunda. Berikan mereka perkejaan yang paling mudah, seperti merobek daun selada, mengupas kulit jagung, atau hanya mencuci sayuran. Jika anak sudah cukup besar, bunda juga bisa memintanya untuk memotong-motong sayuran untuk salad dan menyimpannya di piring. Dengan cara seperti ini, maka kita sama dengan membiasakan mereke dekat dengan sayuran.

    Beri contoh
    Beri anak kita contoh bahwa setiap orang juga harus mengkonsumsi sayur. Tunjukkan pada mereka bahwa sayur merupakan makanan yang enak. Hidangkan sayuran dan masukkan ke dalam piring makanan yang akan di santap. Meskipun anda sebenarnya tidak menyukai salah satu jenis sayur, tapi anda haru menghidangkannya juga. Hal ini dilakukan agar anak mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.

    Menyajikan makanan favoritnya
    Orang tua harus mencari tahu apa yang menjadi makanan favorit anak, lalu gantilaha beberapa bahan makanan tersebut dengan sayuran ketika memasak. Bunda bisa menambahkan sayuran ketika menyiapkan makanan favorit anak seperti smoothie, kue, pizza, lasagna, spageti, dan atau es krim. Dengan begitu anak yang susah makan sayuran tersebut akan mulai suka menyantap sayuran dengan makanan favoritnya.

    Hidangkan makanan sederhana
    Apabila anak tidak menyukai makanan seperti di atas, maka lebih baik sajikan anak makanan yang sederhana seperti misalnya sayur sop, sayur bayam, atau tumis kangkung. Karena meskipun sederhana, makanan tersebut tidak kalah bergizi dan enak.

    Makan bersama keluarga

    Selalu jadikan waktu makan malam sebagai prioritas di dalam rumah anda. Riset dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa anak-anak akan mengkonsumsi lebih banyak sayuran (bahkan lebih banyak buah, kalsium dan serat) ketika mereka makan bersama orang tua.

    Buat waktu makan menjadi waktu yang menyenangkan

    Jangan pernah memaksa anak untuk memakan sesuatu yang tidak mereka suka. Jangan juga jejali mereka dengan sayuran ketika makan. Hal ini bisa saja membuat anak menjadi “bad mood” tentang makan sayuran dan berpikir bahwa waktu makan merupaka waktu yang mengerikan.

    Selain cara diatas, ada juga tips agar anak suka makan sayur yakni dengan mengajak anak membuat bentuk yang menarik dengan sayuran mereka. Buat anak senang dengan sayuran, seperti membuat bentuk bunga dengan wortel, atau bentuk rambut dengan helai kangkung, atau juga beragam cara menarik lainnya agar anak lebih tertarik untuk mengkonsumsi sayuran. Jadilah Ibu yang cerdas untuk anak-anaknya 😉 Salam Sehat, Semoga Bermanfaat 🙂

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : February 3, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Penanganan herpes zoster

  • Oleh : puji
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat malam Bu bidan mau saya Santi Nuranti ibu satu anak usia 23thn,Bu saya sedang hamil 18week dan terdistraksi terkena herpes,awalnya flu dan Kuti pada lengan memerah dan perih lama kelamaan an bergelembung seperti luka bakar apa ini termasuk herpes zoster Bu?? Apa bahaya untuk janin saya?? Penanganan yg tepat itu apa ya??

    Jerawat di vagina

  • Oleh : Agustina Effendi
  • 6 bulan, 3 minggu yang lalu

    Selamat malam dok. Mau bertanya, kmrn di vagina saya daerah tumbuhnya rambut ada satu jerawat, jerawat ini muncul beberapa hari setelah saya mencukur bulu, dan berbarengan jg dgn kemunculan jerawat di wajah.
    Jerawat yg di vagina td seperti pecah dan mengeluarkan darah. Kira2 berbahaya atau tidak ya?

    Rasa ganggu miss v pada wanita

  • Oleh : MEGA JULIANTI MANULANG
  • 4 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya bunda Mega mau tanya soal ganguan yg saya alami sekarang.
    Sebelumnya saya sudah terlambat haid selama 38hari dan setiap akhir bulan biasanya siklus mens lancar hanya terkadang tanggalnya yg selalu acak, terakhir saya menstuasi bulan februari bu bidan.
    Tapi kenapa yaa bu miss v sering terasa seperti nyeri mau mens tapi bukan mens hanya kadang² keputihan biasa bu bidan.
    Waktu kemaren saya Minggu tgl 3 mei 2020 saya mengalami keram karena salah asumsi makanan, saya setelah buka puasa makan pedas habis itu saya minum susu, lambung nyeri, dan bagian bawah perut yg teramat sakit, saya mau perikasakan diri tapi berhubung wabah virus covid-19 jadi takut kerumah sakit bu bidan.
    Kiranya saya kenapa yaa bu bidan?

    Reproduksi

  • Oleh : Claudia harapankita
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Selamat sore.Dok kalau bulan ini melakukan hubungan lalu haid dan bulan depan tidak melakukan hubungan sama sekali apakah bisa hamil?

    cesar

  • Oleh : Tania
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    maaf sebelumnya. saya mau tanya.
    istri saya melahirkan anak pertama dengan operasi cesar. sebab air ketuban sudah pecah pada bukaan 2. dan sekarang sudah hamil yg kedua, kata dokter kemungkinan besar harus di cesar. karena yg pertama cesar dan tidak boleh persalinan dibawa ke bidan karena tidak diperbolehkan suntik pacu. sampai sekarang bekas cesar masih terasa nyeri. padahal sudah 5 tahun. dan dokter menyarankan cesar sebelum waktu kontraksi. dikarenakan posisi bayi sampai minggu ke 37 masih belum turun.
    apakah cara seperti ini baik menurut islam? atau sebaiknya saya tunggu sampai kontraksi, kemudian dibawa kerumah sakit dan tunggu keputusan dari dokter di RS? apakah memang tindakan harus cesar atau normal.
    terimakasih

    Tanya Bidan