×

Pentingnya Memberikan Protein Hewani Pada MPASI

Bagikan Artikel :

Pentingnya Memberikan Protein Hewani Pada MPASI

Protein hewani adalah salah satu makanan yang harus ada setiap kali Anda memberikan MPASI. Protein hewani untuk bayi seperti daging dan ikan adalah salah satu nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi.

Protein hewani adalah sumber protein yang berasal dari produk hewani seperti daging, ikan, unggas, telur, seafood, susu, dan produk olahan susu. Protein hewani ini serupa dengan protein yang ditemukan dalam tubuh Anda.

Protein hewani dianggap sebagai sumber protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun protein agar tubuh dapat berfungsi secara efektif, bila dibandingkan dengan asam amino dalam protein nabati yang merupakan protein tidak lengkap.

Related Posts :

    Bukan hanya orang dewasa, bayi juga membutuhkan asupan protein hewani dalam menu MPASI dalam rasio yang tepat untuk membantu tumbuh kembangnya karena protein hewani juga mengandung vitamin B12, vitamin D, lemak omega 3, dan zat besi-heme.

    Manfaat Protein Hewani

    Manfaat protein hewani untuk bayi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pertumbuhan tulang dan perkembangan otak bayi.

    Tubuh bayi tidak menyimpan protein. Jaid diperlukan sedikit protein setiap hari. Itulah mengapa lebih baik memberikan sedikit makanan yang mengandung protein setiap hari dari pada memberikannya jumlah besar sekaligus.

    Rekomendasi Protein Hewani Untuk MPASI

    1. Daging Sapi
      Daging sapi adalah jenis makanan yang kaya protein, zat besi-heme, kalsium, dan juga asam folat yang baik untuk membantu perkembangan tubuh dan otak bayi.
      Anda tidak perlu khawatir apakah bayi boleh diberi makan daging sapi dalam menu MPASI karena sebenarnya daging sapi adalah salah satu jenis daging yang paling mudah dicerna oleh bayi, namun Anda tetap harus mengolahnya dengan tekstur yang sangat halus dan lembut.
      Anda boleh memberikan bayi makan daging sapi bila bayi sudah berusia di antara 8-10 bulan. Bahkan USDA’s Infant Nutrition and Feeding Guide menyatakan bahwa daging sapi dapat menjadi makanan pertama yang ideal bagi bayi setelah mereka melaksanakan program ASI eksklusif.
    2. Daging Ayam
      Daging ayam mengandung protein, zat besi, selenium, niacin, magnesium, vitamin B6, fosfor dan lemak yang juga penting untuk perkembangan bayi. Daging ayam juga mengandung kolin yang berperan untuk meningkatkan fungsi neurologis dan vitamin C untuk perkembangan otak bayi.
      Anda boleh memberikan bayi makan daging ayam pada usia 6-8 bulan dengan catatan Anda harus mengolahnya dengan tekstur halus hanya dari bagian dada ayam untuk tambahan bubur bayi, puree, atau disajikan dengan sayuran bertekstur lembut lainnya, serta berikan dalam porsi yang sangat sedikit.
    3. Ikan
      Ikan-ikanan juga termasuk dalam produk hewani yang mengandung protein dan omega 3 yang sangat kaya. Kandungan ini baik untuk mendukung perkembangan otak bayi di masa emasnya.
      Jenis ikan yang paling tinggi kadar protein hewaninya adalah ikan salmon, cod, trout, makarel, dan ikan sea bass, namun Anda harus membatasi jumlah asupan ikan sebanyak 85-170 gram per minggu untuk bayi demi mengurangi risiko buruk dari merkuri yang mungkin terdapat pada ikan dan makanan laut lainnya.
    4. Hati Ayam
      Hati ayam juga termasuk dalam sumber protein hewani untuk bayi yang direkomendasikan. Hati ayam mengandung semua bagian asam amino yang dibutuhkan untuk membentuk protein lengkap yang kemudian bermanfaat bagi perkembangan tubuh dan otak.
      Hati ayam juga mengandung vitamin C yang lebih tinggi dari jenis daging lainnya. Berdasarkan data dari Nutrition Advance, hati ayam juga mengandung vitamin B, tembaga, zat besi, zinc, dan kalori yang rendah.
    5. Telur
      Telur adalah bahan makanan yang mudah didapat, mudah dimasak, namun mengandung vitamin dan nutrisi yang komplit baik untuk bayi, anak, hingga orang dewasa.
      Telur adalah sumber protein hewani utama, baik bagian kuning dan putih telurnya. Dalam satu butir telur mengandung 75 kalori, 7 gram protein berkualitas tinggi, 1,6 gram lemak jenuh, 5 gram lemak, zat besi, vitamin, mineral, dan karoten.
      Anda dapat memberikan bayi Anda MPASI dari telur rebus, telur orak-arik, campuran bubur, atau olahan lainnya dengan tekstur yang halus dan lembut. Menu ini adalah menu MPASI yang sederhana namun sangat menyehatkan untuk bayi Anda.
    6. Keju
      Keju adalah produk olahan susu yang mengandung protein hewani, kalsium, zinc, fosfor, magnesium, vitamin A, vitamin B2 (riboflavin) dan vitamin B12.
      Anda dapat memberikan keju untuk si Kecil dalam upaya memenuhi kebutuhan proteinnya, namun hanya dalam asupan yang tidak berlebihan. Pasalnya, satu lembar keju mengandung lebih dari 200 mg sodium, sementara batasan jumlah sodium harian yang dibutuhkan bayi adalah di bawah 200 mg.
    7. Seafood
      Seafood juga termasuk dalam jenis makanan yang kaya akan sumber protein berkualitas, namun apakah bayi boleh makan seafood atau makanan laut?
      Dokter merekomendasikan menu MPASI ikan-ikanan baru boleh diberikan pada bayi menginjak usia 9 bulan. Sementara untuk makanan laut bercangkang seperti udang, kerang, dan lobster baru dianjurkan untuk bayi usia 12 bulan dalam olahan lembut seperti sup atau bubur.
      Selain itu, pastikan bayi Anda sudah terbiasa dengan makanan padat seperti sayur, buah, dan daging-dagingan lainnya sebelum si Kecil mencoba berbagai jenis ikan dan seafood.
    8. Yogurt
      Anak di bawah usia satu tahun tidak dianjurkan untuk minum susu sapi, namun bayi 7-8 bulan dapat mengonsumsi produk olahan susu seperti Greek Yogurt. Setiap 170 gram Greek Yogurt mengandung sekitar 11-15 gram protein.
      Terdapat berbagai sumber protein hewani yang aman dikonsumsi untuk bayi, namun Anda mungkin harus tetap berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan makanan apa yang paling tepat untuk menu MPASI bayi.

    Usia Berapa Bayi Boleh Mengonsumsi Protein Hewani?

    Dokter merekomendasikan agar bayi baru diperkenalkan makanan padat berupa daging-dagingan pada usia 7 bulan, namun penelitian terbaru menunjukan bahwa bayi sudah boleh makan daging yang diolah dengan benar dan tekstur yang sangat lembut pada usia 6 bulan.
    Walaupun demikian, yang terpenting adalah Anda harus mengutamakan menu MPASI berupa buah dan sayur terlebih dahulu sebelum Anda memperkenalkan bayi pada daging atau jenis makanan lainnya. Anda juga harus memastikan bahwa bayi Anda sudah memiliki sistem pencernaan yang baik untuk semua makanan tersebut.
    Hal penting lainnya adalah untuk menyajikan MPASI dengan olahan yang benar, tekstur yang halus, dan jumlah asupan yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

    Peringatan Protein Hewani untuk Bayi

    • Jangan memberikan bayi daging setengah matang.
    • Jangan memasak atau memanaskan daging dengan microwave.
    • Anda harus memberikan bayi makanan yang segar dan baru, bukan makanan yang dipanaskan.
    • Jangan memberikan bayi daging olahan seperti ham, sosis, dll.
    • Jangan menambahkan banyak garam atau bumbu aditif lainnya dalam MPASI bayi.
    • Pastikan bayi tidak memiliki alergi dengan jenis makanan tersebut.
    • Pastikan bayi Anda sudah dalam usia dan menu MPASI yang tepat.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 3, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    curhat

  • Oleh : Aini Muti
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bik sy mo nnya kan sy haid bulan kemaren tgl 19 oktber dan selsai haid tgl 25okt, nah sekarng sdh blan nov tgl 29 berart telat sdh bbrpa hari kan buk? Apa benar buk sdh di hitung 2 bulan

    Olahraga yang tepat dan aman dilakukan oleh ibu hamil

  • Oleh : Tutut Kartikasari
  • 5 tahun yang lalu

    Saya mau tanya bu bidan, apa boleh ibu hamil mengikuti olahraga? dan sebaiknya olahraga apa yang harus dipilih saat hamil?

  • Oleh : Tutut Kartikasari
  • Testpack positif apakah saya hamil

  • Oleh : Vita Putri Anggraeni
  • 7 bulan, 2 minggu yang lalu

    Assalamualaikum dok
    Saya vita, ingin bertanya sudah satu bulan ini saya belum haid kemudian saya testpack dan ternyata positif apakah benar saya hamil

    Mohon dijawab ya dok
    Terima kasih

  • Oleh : Vita Putri Anggraeni
  • Menstruasi

  • Oleh : Pebri Dianti
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Dok saya mau nanya, dari awal pertama saya haid mengapa volume darah yg keluar itu sedikit kadang bercak bercak saja dan masa haid nya cuman berlangsung 3 hari itu sudah bersih. Itu bagaimana dok apakah memang sel darah saya yg sedikit atau apa dok? Berbahaya atau tidak?Terimakasih.

    Sekret vagina yeast Cell positif

  • Oleh : Eka Rosla
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Selamat siang ibu maav saya mau tanya.. kemarin saya periksa pengecatan gram keputihan hasilnya : epitel squamos :5-10/lpk leukosit :>100/lbp, dominasi MN kuman: batang, gram negatif clue Cell :negatif yeast Cell :positif.. ini maksudnya bagaimana ya Bu.. mohon penjelasan dan solusinya

    Tanya Bidan